Merajuk Sendu
Agnes Meilina
Semburat sendu meliputi jiwaku
Tegar mencoba kuraih
Tak khayalku tak mampu
Pilu rasaku membelenggu
Tercabik dengan dingin
Rintihan meluruh tanpa kuasa
Sejenak ingin berhenti
Luka, pilu, dan lara tak bisakah aku bebas?
Lelah aku alami
Hidup pun aku enggan
Euforia itu sudah kurasa
Aku rindu namun aku tak bisa
Tuhan, inikah adil?
Tulus aku tekuni
Berujung sia-sia
Tertatih aku jalani
Menyerahlah akhirku
Bahagia, anganku.
***
Sang Kelabu
Agnes Meilina
Teruntuk sang petang
Bolehkah aku mengumandangkan syair kerinduan?
Teruntuk relung batin yang kian merana
Dapatkah dilema ini tersampaikan padamu?
Tentang aku...
Kamu...
Dan sang kelabu.
Semilir angin bersenandung merdu
Menyurat kerinduan dalam lautan rasa
Hendak melangkah walau aku tertatih
Bak merujuk kasih dalam jeruji besi.


teruntuk senja
BalasHapusdimanakah kamu saat hujan menyapa?
adakah rindu mu untuk ku masih tersisa?
atau hanya semu yg ku dapat, seperti kamu yg enggan mendekat...
kamu yg malu-malu
masih bersembunyi dalam peraduannya...
haruskah ku tetap menunggu?
berharap cemas kabar bahagia...
Oo jinja daebak!
BalasHapus