Langsung ke konten utama

Kumpulan Puisi-Puisi bertajuk Cinta

Merajuk Sendu


Agnes Meilina






Semburat sendu meliputi jiwaku
Tegar mencoba kuraih
Tak khayalku tak mampu

Pilu rasaku membelenggu
Tercabik dengan dingin
Rintihan meluruh tanpa kuasa

Sejenak ingin berhenti
Luka, pilu, dan lara tak bisakah aku bebas?
Lelah aku alami
Hidup pun aku enggan

Euforia itu sudah kurasa
Aku rindu namun aku tak bisa

Tuhan, inikah adil?
Tulus aku tekuni
Berujung sia-sia

Tertatih aku jalani
Menyerahlah akhirku
Bahagia, anganku.


***


Sang Kelabu
Agnes Meilina




Teruntuk sang petang
Bolehkah aku mengumandangkan syair kerinduan? 
Teruntuk relung batin yang kian merana
Dapatkah dilema ini tersampaikan padamu? 

Tentang aku... 
Kamu... 
Dan sang kelabu. 

Semilir angin bersenandung merdu
Menyurat kerinduan dalam lautan rasa
Hendak melangkah walau aku tertatih
Bak merujuk kasih dalam jeruji besi. 


Komentar

  1. teruntuk senja
    dimanakah kamu saat hujan menyapa?
    adakah rindu mu untuk ku masih tersisa?
    atau hanya semu yg ku dapat, seperti kamu yg enggan mendekat...

    kamu yg malu-malu
    masih bersembunyi dalam peraduannya...
    haruskah ku tetap menunggu?
    berharap cemas kabar bahagia...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Senandung Luka Agnes Meilina Dekapan rindu mengusik diamku Lalu,  aku kembali pada memori itu. Tentang kita yang berbalut kasih Melupakan akal,  Bahwa kisah tidak ada kata abadi di dalamnya.  Jarak yang kian membentang Tidak pernah luput dalam pertimbangan Kini, aku dan kamu... Tidak akan menjadi kita. Torehan luka tidak pernah luput kauberi Deraian tangis selalu melingkupi diriku.  Menepis perasaan cinta yang menjadi canduku Aku mencoba pergi Memulihkan hati yang terlalu rapuh.  Namun, dengan teganya kaupaksa aku.  Mengekang aku di dalam singgasana yang kaubanganggakan.  Semesta, bolehkah aku pergi?  Menghapus semua cinta yang ternyata hanya sebatas narasi.  Aku terpaku pada satu kesadaran.  Kembali aku meluruh dalam pesonamu.  Walau tersingkap secara nyata,  Aku akan kembali terluka.