Langsung ke konten utama

puisi rindu

Mala Rindu
Agnes Meilina 



Pict from twitter



Dalam bayang malam
Kutemukan rindu di sela rembulan
Tanpa jeda denyut itu terasa
Kemudian, tanpa sengaja hati kembali menganga dan memasok pilu.

Teruntuk sang jingga,
Mampukah aku tenggelam dalam kisahmu?
Yang tampak hanya singgah pada semesta.
Lalu, meninggalkan jejak luka pada setiap raga.

Rindu,
Bisakah aku merengkuhmu walau hanya sebatas kata andai?
Aku dahaga pada rona merah di sela wajahmu.

Kumohon, hentikan alur sendu ini.
Lukaku telah membuatku tertatih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Senandung Luka Agnes Meilina Dekapan rindu mengusik diamku Lalu,  aku kembali pada memori itu. Tentang kita yang berbalut kasih Melupakan akal,  Bahwa kisah tidak ada kata abadi di dalamnya.  Jarak yang kian membentang Tidak pernah luput dalam pertimbangan Kini, aku dan kamu... Tidak akan menjadi kita. Torehan luka tidak pernah luput kauberi Deraian tangis selalu melingkupi diriku.  Menepis perasaan cinta yang menjadi canduku Aku mencoba pergi Memulihkan hati yang terlalu rapuh.  Namun, dengan teganya kaupaksa aku.  Mengekang aku di dalam singgasana yang kaubanganggakan.  Semesta, bolehkah aku pergi?  Menghapus semua cinta yang ternyata hanya sebatas narasi.  Aku terpaku pada satu kesadaran.  Kembali aku meluruh dalam pesonamu.  Walau tersingkap secara nyata,  Aku akan kembali terluka.